
Jombang — Bermain tak selalu membutuhkan mainan mahal atau teknologi canggih. Hal inilah yang dibuktikan melalui kegiatan Kardus Suka-Suka, sebuah festival bermain dan berkarya anak yang menghadirkan pengalaman tak terbayangkan dari bahan bekas berupa kardus.
Kardus yang biasanya hanya teronggok di pojok ruang, kali ini menjelma menjadi ruang imajinasi anak-anak. Melalui ide kreatif Kak Alfan, kardus diolah menjadi berbagai instalasi, media bermain, hingga karya seni yang mengajak anak bereksplorasi tanpa batas.
Kegiatan yang diketuai oleh Kak Ismail ini berlangsung selama dua hari dan berjalan dengan sukses besar. Sejak awal acara, anak-anak tampak antusias menjelajahi ruang-ruang bermain yang seluruhnya terbuat dari kardus. Mulai dari area workshop, dekorasi ruangan, properti pertunjukan, hingga name tag peserta—semuanya berbahan kardus

Tak hanya workshop kreatif, Kardus Suka-Suka juga dimeriahkan oleh beragam penampilan seni yang unik dan jarang ditemui di Jombang. Salah satunya adalah penampilan Alien Bli Blu karya Kak Ismail dan Kak Fila. Hadir pula kelompok seni The Marionette dari Surabaya serta Gobarcup dari Yogyakarta, yang menyuguhkan pertunjukan penuh imajinasi dengan medium kardus.
Seluruh rangkaian acara memberikan kesan mendalam bagi anak-anak.
Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif mencipta, membangun, dan mengekspresikan gagasan mereka sendiri. Bahkan setelah acara usai, anak-anak tetap membawa pulang karya mereka dengan penuh kebanggaan dan terus bercerita tentang pengalaman bermain hingga di rumah.
“Anak-anak juga terus menyanyikan lagu Kardus Suka-Suka,” ujar salah satu pendamping, menandakan bahwa pengalaman ini membekas secara emosional.
Lebih dari sekadar festival, Kardus Suka-Suka memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak.






Kegiatan ini melatih imajinasi, kreativitas, kemampuan problem solving, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan bekas. Anak-anak juga belajar bahwa bermain bisa sederhana, inklusif, dan bermakna.
Kardus Suka-Suka menjadi bukti bahwa ruang bermain yang aman, kreatif, dan ramah anak dapat diciptakan dari hal-hal sederhana, selama ada ide, kolaborasi, dan kepedulian terhadap dunia anak.

