Belajar Merdeka Mengolah Umbi dari Kebun ke Minuman Sehat

8 Februari 2026 — RUDEKA Indonesia
Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilaksanakan dua kali setiap bulan di RUDEKA melalui program RUDEKANAK. Setiap pertemuan menghadirkan tema berbeda yang dirancang untuk memberi ruang eksplorasi, pengalaman langsung, serta kebebasan belajar bagi anak-anak.
Pada pertemuan tanggal 8 Februari 2026, tema yang diangkat adalah belajar mengelola minuman dari umbi. Kegiatan diawali dengan senam gembira untuk membangun energi positif dan kebersamaan. Anak-anak bergerak, tertawa, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki rangkaian eksplorasi berikutnya.

Setelah itu, mereka diajak berjalan ke kebun di samping RUDEKA. Di sana anak-anak belajar mengenal lingkungan secara langsung — membedakan tanaman yang berbuah di atas tanah seperti murbei dan mangga, dengan tanaman yang tumbuh di dalam tanah seperti umbi-umbian. Mereka juga diperkenalkan pada beberapa tanaman toga yang ada di kebun. Proses ini tidak sekadar mengenal nama, tetapi juga mengamati, menyentuh, dan berdiskusi, menjadikan pengalaman belajar terasa hidup dan dekat dengan keseharian mereka.

Kegiatan dilanjutkan dengan menonton teater boneka “Geng Kebun”, yang dimainkan oleh anak homeschooling bersaudara, Kafila dan Al. Boneka-boneka dibuat dari bahan sederhana seperti ubi ungu, jahe, jeruk, pir, dan anggur. Kisahnya menggambarkan kelebihan dan kekurangan setiap tokoh buah dan umbi, hingga mereka menghadapi badai bersama dan belajar saling menguatkan. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai empati, penerimaan diri, dan kerja sama.

Setelah menikmati pertunjukan, anak-anak diajak masuk ke sesi praktik: mengolah umbi ungu menjadi minuman sehat. Mereka dibagi ke dalam kelompok berdasarkan rentang usia, lalu bekerja mengikuti teks tutorial yang dituliskan di kertas. Satu per satu langkah dibaca dengan teliti, didiskusikan, dan dipraktikkan bersama. Dalam proses ini, literasi anak terasah secara alami — membaca bukan menjadi kewajiban, tetapi bagian dari permainan yang menyenangkan. Kerja sama, komunikasi, dan keberanian mencoba tampak tumbuh di setiap kelompok.

Sekitar 33 anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Orang tua yang menunggu pun turut menikmati suasana, mendokumentasikan momen belajar anak-anak mereka yang penuh keceriaan dan rasa ingin tahu.

Beberapa kesan yang muncul dari kegiatan ini antara lain:
“Aku senang bisa ke kebun dan bikin minuman sendiri. Rasanya seperti main, tapi jadi tahu banyak hal,” ungkap salah satu peserta anak.

Seorang orang tua juga menyampaikan, “Kegiatan seperti ini membuat anak lebih percaya diri dan berani mencoba. Belajarnya terasa nyata, tidak hanya mendengar, tapi mengalami langsung.”

RUDEKANAK memiliki ciri khas belajar dengan melakukan dan berinteraksi. Anak-anak diberi ruang untuk merdeka bereksplorasi, tidak takut salah, dan berani mencoba. Namun kebebasan itu tetap berjalan dalam kesepakatan bersama — saling menjaga diri, menjaga teman, serta menghargai alam sebagai ruang belajar bersama. Dalam suasana aman dan hangat seperti ini, anak-anak merasa nyaman, terlibat, dan bahkan ketagihan untuk kembali belajar melalui pengalaman nyata.

RUDEKANAK bukan sekadar kegiatan, tetapi ruang tumbuh — tempat anak-anak merasakan bahwa belajar bisa merdeka, menyenangkan, dan bermakna.

Share the Post:

Related Posts