
JOMBANG — Liburan akhir tahun menjadi lebih bermakna bagi anak-anak yang mengikuti Festival Hari Libur 2025 yang diinisiasi oleh Sanggar Rudeka. Selama dua hari, 27–28 Desember 2025, Rudeka menghadirkan rangkaian workshop kreatif bertema “Kardus Suka-Suka”, sebuah ruang bermain dan belajar yang memanfaatkan kardus sebagai media utama.
Melalui enam workshop kreatif, anak-anak tidak hanya diajak mengisi waktu libur, tetapi juga belajar banyak hal penting tentang diri mereka, lingkungan, serta cara berinteraksi dengan orang lain. Kardus yang sederhana berubah menjadi boneka, kota, wayang, puzzle, hingga karya bergerak yang hidup oleh imajinasi anak-anak
.
Pada hari pertama, anak-anak mengikuti tiga workshop pembuka. Workshop Cardboard Eyes mengajak anak membuat boneka tangan dari kardus dan bola pingpong sebagai mata. Dari kegiatan ini, anak-anak belajar mengenali ekspresi, emosi, dan karakter. Mereka bebas menciptakan tokoh dengan wajah lucu, kaget, atau marah, lalu memainkannya sesuai imajinasi. Aktivitas ini melatih motorik halus, kreativitas visual, sekaligus membangun kepercayaan diri anak.
Workshop berikutnya, Small Town, menjadi ruang kolaborasi yang hidup. Anak-anak bersama-sama membangun kota kecil menggunakan kardus dan isolasi. Beragam bangunan seperti rumah, jalan, dan fasilitas publik tercipta dari kerja sama kelompok. Melalui proses ini, anak-anak belajar tentang ruang, fungsi, perencanaan, serta pentingnya komunikasi dan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, dalam Cheerful Scribble, anak-anak diberi kebebasan penuh untuk menggambar di atas kardus. Gambar-gambar tersebut kemudian diubah menjadi wayang kardus dengan karakter dan cerita masing-masing. Workshop ini menjadi ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan, menuangkan ide tanpa takut salah, serta belajar bercerita melalui tokoh ciptaannya sendiri.
Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan tiga workshop lanjutan yang tak kalah menarik. Pada Hand Puppet Theatre, anak-anak kembali membuat boneka tangan dari kardus, lalu memainkannya dalam pertunjukan sederhana. Melalui dialog dan improvisasi, anak-anak belajar berkomunikasi, memahami peran, menumbuhkan empati, serta mengelola emosi secara positif.
Workshop Puzzle Box mengajak anak-anak menggambar sesuka hati di atas kardus, lalu menyusunnya menjadi puzzle sederhana. Dari aktivitas ini, anak belajar tentang kesabaran, fokus, logika, dan pemecahan masalah. Anak juga belajar bahwa mencoba, salah, dan mengulang adalah bagian dari proses belajar.
Sebagai penutup yang penuh gerak dan keceriaan, workshop Dancing Caterpillar mengajak anak-anak membuat ulat dari bahan kardus yang ditempel di atas daun. Karya tersebut kemudian digerakkan mengikuti irama. Aktivitas ini menggabungkan seni, gerak tubuh, dan kedekatan dengan alam, sekaligus melatih motorik kasar, koordinasi, dan kesadaran tubuh anak.
Seluruh rangkaian workshop ini disiapkan dan dijalankan oleh teman-teman panitia Rudeka. Meski sebagian besar masih tergolong baru dalam mendampingi kegiatan anak, para panitia mampu menciptakan suasana yang aman, hangat, dan menyenangkan. Mereka tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga belajar dan tumbuh bersama anak-anak.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak mengikuti setiap workshop dengan penuh semangat, saling berbagi ide, dan bangga menunjukkan hasil karyanya. Tidak hanya anak-anak, para orang tua pun ikut terlibat, mendampingi, dan merasakan langsung proses belajar bersama anak dalam suasana liburan yang positif.
Melalui Festival Hari Libur 2025 dan workshop “Kardus Suka-Suka”, Rudeka menghadirkan alternatif liburan yang edukatif, inklusif, dan membumi. Kegiatan ini menegaskan bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas, dan kreativitas dapat tumbuh dari bahan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Rudeka berharap, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus berani berimajinasi, bekerja sama, dan bertumbuh dengan utuh—menjadikan liburan bukan sekadar jeda, tetapi ruang belajar yang bermakna.

